Lawangsih No ratings yet.

LawangsihGua Lawa terletak di Perbukitan Menoreh, Dusun Patihombo, Purwosari, Girimulyo, Kulon Progo, Yogyakarta. Pada awalnya gua ini adalah sebuah Gua Lawa (Guaygpenuh dengan Kelelawar) serta tanah grumbul (semak belukar)ygmemiliki lubang kecil di pintu gua dengan luas kurang lebih 1 meter persegi. Namun, lorong-lorongnya bisa dimasuki oleh manusia untuk mencari kotoran kelelawar sampai kedalamanygtidak terhingga.

Kata Lawang dalam bahasa Jawa mengandung arti pintu, gapura, atau gerbang. Kata sih (asih) artinya kasih sayang, cinta, berkat, rahmat. Secara rohani, Lawangsih menunjuk makna Bunda Maria sebagai gerbang surga, pintu berkat. Dalam keyakinan kita, Bunda Maria adalah perantara kita kepada Yesus (per Maria ad Jesum), putranyaygtelah menebus dosa manusia sertamembawa pada kehidupan kekal.

Eksotismeygdimunculkna dari gua ini juga terluhat dari sungai kecilygmengalir di dalam gua sertadihiasi oleh stalaktit stalagmitygindah, perbukitan Menoreh, Gunung Merapi, sertapemandangan Pantai Laut Selatan dari kejauhan. Pada malam hari, Anda akan melihat pemandangan Kota Yogyakarta dengan lampu-lampuygmenambah suasana semakin indah.

Lawangsih

Di belakang Patung Bunda Maria, terdapat lorong guaygsangat panjang, dalam sertaindah dengan stalagtit sertastalagmitygmemesona. Di dalamnya juga terdapat sumber airygmengalir tiada henti, jernih, sertasejukygselama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat sekitar Gua Maria.

Di bawah Gua Maria ini terdapat Gua Maria Pengiloning Leres sertadi samping gua bertahtalah Patung Kristus Rajaygmemberkati dengan ketinggianygmencapai 3 meter. Di belakang gua terdapat ruang doaygcukup luas, bersih, sertateduh.

Legenda mengatakan, bahwa bukit di Gua Pengiloning Leres ini adalah (Jawa: gedogan) kandang Kuda Sembrani. Banyak orang mengalami peristiwa bahwa hampir setiap Malam Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon mendengar suara gaduh, (Jawa: pating gedobrak). Konon, gua ini dulunya dipakai oleh para makhluk halus sebagai kandang kuda Sembrani. Hal ini terbukti dengan adanya sebuah mata air di bagian bawah bukitygbernama “benjaran“ygberarti tempat minum kuda.

Stasi Pelem Dukuh kaya akan pemandangan alamygasri sertagua alamiygindah. Di bawahnya terdapat Kapelygsebagian dindingnya adalah Batu Karang (asli)ygmenunjukkan Gerejaygdibangun Yesus di atas Batu Karang. Bila masuk ke dalam Gereja kita akan melihat beberapa lukisanygindah di mana Gerbang Kerajaan Surga tergambar indah di dinding. Adapula kisah pembangunanygpenuh perjuangan. Penataan batu-batu alami di sisi barat Kapel menambah keasriannya. Pemertahanan bentuk alami batu kapur tanpa tembok. Di belakang Altar dihiasi dengan lukisan-lukisan Gunungan Wayangygmenggambarkan Kerajaan Surga, lukisan Rusa dengan hamparan rumputygluas menghijau juga terpampang di sebelah kiri altar, di belakang patung Bunda Maria. Di atas sana terpampang gambar lima roti sertadua ikan,ygmelambangkan makna berbagi sebagai ungkapan sertaperwujudan iman umat. Bila dilihat dari bawah, nampak seperti bahtera Nabi Nuhygpada zaman dahulu telah menyelamatkan manusia sertamahkluk-makhluk lainnya di atas bumi dari air bah. Bentuk bahtera ini kemudian semakin disempurnakan dengan adanya patung Kristus Raja Semesta Alam sebagai nahkoda bahtera tersebut. Patung ini adalah karya dari Romo A. Tri Wahyono Pr. Tempat ini kelak menjadi Golgota sertatempat Bunda Maria Berduka Cita memangku Sang Putraygtelah wafat tersalib (pieta)

Please rate this


Recent Post