Goa maria tritis No ratings yet.

Goa maria tritis
Dulu bernama Goa Tritis Singkil. Dikenal sebagai papan angker. Goa yang berada di wilayah desa Giring kecamatan Paliyan, Gunungkidul sebelum 1974 jarang dijamah. Tempatnya sepi, jauh dari aktivitas warga sekitarnya. Lokasi sekitarnya banyak ditumbuhi rumput liar dan kerimbunan perdu. Karena situasi dan kondisinya itulah lalu dimanfaatkan untuk bertapa dan bersemadi. Kini keadaannya berubah total. Goa Tritis yang semula menakutkan, setiap bulan Mei dan Oktober ramai dikunjungi umat Katolik dari berbagai pelosok daerah. Tak lain untuk berdoa memuliakan Bunda Maria.
Karena hampir tiap hari dibanjiri umat Katolik, Paroki Wonosari menjadwalkan tiap Minggu diselenggarakan ibadah ekaristi didahului prosesi jalan salib. Prosesi ini mengingatkan umat Katolik akan penderitaan Yesus Kristus sebelum wafat di kayu salib. Juga karena dikhianati salah satu muridnya, Yudas Iskariot. Penghayatan tentang penderitaan tersebut digambarkan melalui 14 pemberhentian, diawali saat Yesus Kristus di Taman Zaitun hingga puncak Golgota saat wafat di kayu salib, ketika Roma diperintah Ponsius Pilatus.

Goa maria tritisGoa Maria Tritis, pertama dikenal umat Katolik sekitar tahun 1974 melalui pastur Paroki Wonosari Hardjo Sudarmo SJ yang kemudian mendapat pemberkatan dari Uskup Agung Kardinal Darmojuwono SJ. Sejak mendapat pemberkatan itulah, Goa Tritis, Singkil, Giring Kecamatan Paliyan banyak dikunjungi umat Katolik dari berbagai penjuru Nusantara.
Kedatangan peziarah dilakukan secara sendirian maupun berombongan. Baik melalui paket ziarah yang diselenggarakan biro-biro perjalanan maupun memakai kendaraan carteran dan pribadi. Sebagaimana dikatakan Ny Siska warga sekitar yang sehari-harinya mengabdikan tenaganya untuk Goa Tritis, jumlah peziarah tiap hari terutama pada ‘Bulan Maria’ terus meningkat. Bahkan ada yang datang dari manca negara. Dengan begitu Goa maria Tritis banyak memberi lapangan kerja bagi masyarakat setempat. “Baik dengan berjualan makanan, minuman maupun souvenir,” katanya.
Berbagai fasilitas kini terus disempurnakan. Jalan sepanjang sekitar 1,5 kilometer sebagai lintasan jalan salib, dibuat representatif berupa jalan bersusun laiknya terasering perbukitan. Dalam goa dilengkapi buku-buku panduan berdoa, baik Madah Bakti, Kidung Adi, Padupan Kencana dan tasbeh Rosario.

Please rate this


Recent Post